hemh.... aku baru saja menonton film naruto Lost Tower. Untung aja
ada terjemahan Indonesianya. Film ini berawal dari penugasan Naruto dkk
untuk mencari Rouran. ternyata disana ada sumber energi yang disebut
Ryumyaku yang disalahgunakan oleh Mukade.Setelah segel Ryumyaku dihisap,
dia memiliki Chakra tak terbatas yang bersumber pada Tower.
Saat naruto ingin menghentikan Mukade, Dia terjatuh dan terpisah dari
kawan- kawannya. Lalu dia bertemu dengan ninja yang tidak mau
menyebutkan namanya. Naruto semakin bingung dengan keadaan yang terjadi.
Dia juga bertemu Ratu Rouran bernama Sara. Ninja yang bertemu dengan
Naruto tadi menjelaskan jika Naruto telah melalui gerbang masa
lalu.Kira-Kira 20 tahun. Awalnya aku juga ikut bingung. Tapi cerita demi
cerita ku pahami dan akhirnya aku pun mengeti.
Ketika Naruto telah kehabisan chakra karena melindungi Ratu dan
melawan Mukade alias Perdana Menteri Rouran sendiri, ninja tadi mulai
sadar bahwa chakra yang di miliki Naruto sejenis dengan yang dimilikinya
dan kemudian dia memberikan chakranya untuk Naruto dan menciptakan
sebuah Rasenggan yang sangat kuat. Setelah musuh mati, ninja tadi ingin
menghapus semua memory karena dia sadar semua itu akan merubah sejarah
yang ada.
Naruto berontak. Dia ingin tahu siapa
ninja tadi. Wajahnya diukir pada Batu Konoha sebagai Hokage. Naruto
mulai sadar kalau ninja itu adalah..... ayahnya.
Sobat, sampai di sini aku menangis. karena sejak pertama aku mengikuti
film nya aku belum tahu asal usul Naruto. Aku sedih... dan bahagia. Hee
kemudian di akhir filmnya ada lagu penutup yang menyentuh hati sekaligus
diiringi cuplikan- cuplikan perjlanan filmya tadi.
Dan,,, yang membuatku terharu adalah.. ternyata ayah Naruto menikah
dengan Ratu Sara tadi, kemudian ayahnya memberikan nama pahlawan pada
Novel yang di tulis oleh gurunya Naruto itu dengan nama Naruto. Nama
yang selalu di ingat Sara sebagai pahlawan.
Dan akhirnya, Guru Naruto (yang berambut putih itu lhoooo aku lupa
namanya.. he) memberikan nama pada bayi Sara: Naruto.
Hemh terharu.....
Berikut adalah terjemahan dari lagu penutup film ini.
Kalau saja hujan berhenti pada hari itu. Aku mungkin hanya akan berjalan melewatimu. Kalau saja bisa datang tepat waktu, bus yang biasa ku naiki. Aku tidak akan mungkin bertemu denganmu. Kalau saja bias menunggu sedikit lagi, dan terdapat sedikit perbedaan, kita mungkin akan berjalan pada jalur takdir yang berbeda. Masa depan bersama dengan dirimu, ku selalu ingin melihatnya. Ditempat bintang yang sama, kita kan selalu memandanginya. Di masa depan saat kau membayangkan dirimu, mungkin kah aku ada di sana?. Di langit dan ingatan yang sama, kan selalu kita cari bersama. Cara kita berbicara dan bertingkah, benar- benar sangat mirip. Rasanya seperti kita sudah lama saling kenal satu sama lain, mengirimkan sms pada saat yang bersamaan. memikirkan hal yang sama pula. Mungkinkah kita sudah lama terikat oleh benang merah. Sudah diputuskan kebetulan dari awal, kalau kita berdua begitu cocok. Aku percaya kita berdua sudah ditakdirkan untuk bersama.Di masa depan saat kau membayangkan dirimu, mungkin kah aku ada di sana?. Di langit dan ingatan yang sama, kan selalu kita cari bersama.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar