Cari Blog Ini

Sugeng Rawuh....

Powered By Blogger

Laman

Minggu, 03 Juli 2011

RESENS FILM NARUTO MOVIE- LOST TOWER

hemh.... aku baru saja menonton film naruto Lost Tower. Untung aja ada terjemahan Indonesianya. Film ini berawal dari penugasan Naruto dkk untuk mencari Rouran. ternyata disana ada sumber energi yang disebut Ryumyaku yang disalahgunakan oleh Mukade.Setelah segel Ryumyaku dihisap, dia memiliki Chakra tak terbatas yang bersumber pada Tower.
                    Saat naruto ingin menghentikan Mukade, Dia terjatuh dan terpisah dari kawan- kawannya. Lalu dia bertemu dengan ninja yang tidak mau menyebutkan namanya. Naruto semakin bingung dengan keadaan yang terjadi. Dia juga bertemu Ratu Rouran bernama Sara. Ninja yang bertemu dengan Naruto tadi menjelaskan jika Naruto telah melalui gerbang masa lalu.Kira-Kira 20 tahun. Awalnya aku juga ikut bingung. Tapi cerita demi cerita ku pahami dan akhirnya aku pun mengeti.
                   Ketika Naruto telah kehabisan chakra  karena melindungi Ratu dan melawan Mukade alias Perdana Menteri Rouran sendiri, ninja tadi mulai sadar bahwa chakra yang di miliki Naruto sejenis dengan yang dimilikinya dan kemudian dia memberikan chakranya untuk Naruto dan menciptakan sebuah Rasenggan yang sangat kuat. Setelah musuh mati, ninja tadi ingin menghapus semua memory karena dia sadar semua itu akan merubah sejarah yang ada.
                   Naruto berontak. Dia ingin tahu siapa ninja tadi. Wajahnya diukir pada Batu Konoha sebagai Hokage. Naruto mulai sadar kalau ninja itu adalah..... ayahnya.
                       Sobat, sampai di sini aku menangis. karena sejak pertama aku mengikuti film nya aku belum tahu asal usul Naruto. Aku sedih... dan bahagia. Hee kemudian di akhir filmnya ada lagu penutup yang menyentuh hati sekaligus diiringi cuplikan- cuplikan perjlanan filmya tadi.
                       Dan,,, yang membuatku terharu adalah.. ternyata ayah Naruto menikah dengan Ratu Sara tadi, kemudian ayahnya memberikan nama pahlawan pada Novel yang di tulis oleh gurunya Naruto itu dengan nama Naruto. Nama yang selalu di ingat Sara sebagai pahlawan.
                      Dan akhirnya, Guru Naruto (yang berambut putih itu lhoooo aku lupa namanya.. he) memberikan nama pada bayi Sara: Naruto.
                      Hemh terharu.....
                       Berikut adalah terjemahan dari lagu penutup film ini.
Kalau saja hujan berhenti  pada hari itu. Aku mungkin hanya akan berjalan melewatimu. Kalau saja bisa datang tepat waktu, bus yang biasa ku naiki. Aku tidak akan mungkin bertemu denganmu. Kalau saja bias menunggu sedikit lagi, dan terdapat sedikit perbedaan, kita mungkin akan berjalan pada jalur takdir yang berbeda. Masa depan bersama dengan dirimu, ku selalu ingin melihatnya.  Ditempat bintang yang sama, kita kan selalu memandanginya. Di masa depan saat kau membayangkan dirimu, mungkin kah aku ada di sana?. Di langit dan ingatan yang sama, kan selalu kita cari bersama. Cara kita berbicara dan bertingkah, benar- benar sangat mirip. Rasanya seperti kita sudah lama saling kenal satu sama lain, mengirimkan sms pada saat yang bersamaan. memikirkan hal yang sama pula. Mungkinkah kita sudah lama terikat oleh benang merah. Sudah diputuskan kebetulan dari awal, kalau kita berdua begitu cocok. Aku percaya kita berdua sudah ditakdirkan untuk bersama.Di masa depan saat kau membayangkan dirimu, mungkin kah aku ada di sana?. Di langit dan ingatan yang sama, kan selalu kita cari bersama.

Kamis, 30 Juni 2011

LESSON PLAN OPTIC



LESSON PLAN

Subject               :Physics
Grade/ Semester : X/2
School                 : SMA Negeri 3 Semarang
Topic                  : Optic
Time allocation  : 10 minutes

COMPETENCY STANDARD : Applying the principle of optical instruments
BASIC COMPETENCE : Analyzing optical instruments qualitatively and quantitatively
INDICATORS: Describe the function and the optical devices
OBJECTIVE :
1.      students can understand the optical device
2.      students can explain the function of parts of the optical devices
LEARNING METHOD/ MODEL:
Methods: lectures and discussions,
Model: cooperative learning
MATERIAL:
The optic disc or optic nerve head is the location where ganglion cell axons exit the eye to form the optic nerve
The optic disc has a center portion called the "cup" which is normally quite small in comparison to the entire optic disc.
The macula is yellow in colour it absorbs excess blue and ultraviolet light that enter the eye, and acts as a natural sunblock (analogous to sunglasses) for this area of the retina.
Zonules are hundreds of string like fibers that hold the lens suspended in position and enable it to change shape for near or distant vision.
The sclera, also known as the white or white of the eye, is the opaque, fibrous, protective, outer layer of the eye containing collagen and elastic fiber.


LEARNING ACTIVITY: 
Opening:
Ø  Teacher say hello, introduce themself, pray, and to check student attendance
Ø  Apperception: at previous meetings we have learned about the formation of a shadow in the mirror and lens. do you think of the inside of the human eye-like lenses or mirrors?
Ø  Motivation: nah, that's what we learned today, that is about our eyes
Ø  after learning about the parts and functions of the eye, you are expected to
.......................................
Main:
a.       Eksploration:
we can see because we have eyes. Riska now you come to the front the class. You see Dito then explain what you see. Dito is real? Dito is upside down? so do you think the human eye- like mirrors or lenses??.
b.      Elaboration:
So that more students understand, I will form a discussion group. in my right hand is the group number one and then my left hand is the group number two. Discuss with your friend about function of the eye! And explain your answers in front of class.
c.       Confirmation:
Teacher give a confirmation about the correct answers.
Closing:
Give conclution, homework.
REFERENCES:


                                                                                                     Semarang,              2011
Approved by

Principal of ……………                                                             Physics Teacher



Kamis, 03 Maret 2011

RESENSI BUKU


Dendam Mati Sang Sahabat

Judul Buku          : 12.00a.m
Penulis                  : Veven SP. Wardhana
Tebal Buku          : Xiii+176
Penerbit                : Gagas Media
Tahun Buku         : 2005
             Novel yang berjudul 12.00 am karya Veven SP. Wardhana ini menceritakan tentang dendam yang dibawa mati. Kejadian ini bermula ketika Clara dan Inez duduk di bangku SMA. Mereka sahabat karib tak terpisahkan, hingga masalah selera cowokpun sama. Cowok tajir keren yang beruntung itu bernama Boy. Minggu pertama Clara dan Inez mengerjai Boy, bukan penganiyayaan fisik melainkan mereka minta dibelikan pakaian dan banyak yang lainnya. Kencan pertama sepasang sahabat ini skur-akur saja, bahkan mereka kuat berkomitmen bahwa Boy tidak boleh menyentuh tubuh mereka. Namun pekan depan, depannya, dan depannya lagi seperti kebanyakan cowok lainnya Boy meminta imbalan atas perbuatan mereka.
Entah sejak kapan Clara dan Inez tak sadar Boy mulai menyentuh tubuh mereka. Tidak hanya /.abat itu. Ketika jam sekolah Inez sengaja tidak masuk kelas, dia mengirim SMS pada Clara untuk ketemuan di suatu tempat. Tak lain dan tak bukan tempat itu adalah rumah Clara sendiri. Inez sengaja memamerkan adegan ranjangnya bersama Boy kepada Clara. Pertengkaran berujung kematian Clara tidak dapat dihindari. Clara yang sedang hamil anak Boy tewas ditangan sahabatnya sendiri,Inez. Clara ditimbun dengan tanah dekat pohon pisang. Tak ada kain kafan, hanya plastik yang membungkus tubuh Clara.
Sekarang, Inez telah mempunyai kekasih, namanya Alvin. Kekasihnya  satu kampus, satu fakultas, satu jurusan dan satu kelas dengan Inez. Clara muncul kembali. Clara menjadi gadis cantik saat menggoda Alvin dan berubah jadi perempuan berwajah seram pada Inez.
 Hal yang menarik dalam novel ini adalah penulis menghadirkan dua karakter yang berbeda pada tokoh-tokohnya, yaitu Inez yang percaya adanya setan, hantu, dedemit dan sosok Alvin yang sama sekali tidak percaya dengan hal seperti itu. Penulis memaparkan gambaran umumnya pada kehidupan nyata bahwa seseorang yang tidak mempercayai setan, maka setan itu tidak akan menampakkan diri padanya. Hal menarik lain dalam novel karya Veven ialah kalimat yang diselipkan dalam percakapan tokohnya Clara bahwa “setan, jin, arwah gentayangan, dan sebagainya hanya berkembang dalam imajinasi kita, mereka mampu menakuti tapi nggak menyakiti perasaan kita…”
            Alur dalam novel ini merupakan alur campuran. Setiap bab dibuat cerita dari pengakuan masing-masing tokoh. Penulis juga mampu menyajikan cerita seram dengan bahasa yang renyah dan mudah dipahami. Kemampuan penulis dalam mendiskripsikan sosok menyeramkan juga tergolong apik sehingga meskipun hanya membaca orang lain dapat merasakan sensasi seramnya.
            Kekurangan novel ini ialah tidak disebutkan setting tempatnya, hanya diceritakan keadaan lokasinya tanpa ada nama kota. Penulis memberikan sad ending dengan kematian Inez dalam novelnya. Namun terlepas dari kekurangan tadi, novel ini layak dibaca untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya agar menyadari jika peluang hancurnya jalinan persahabatan akibat adanya rasa iri dan ingin menang sendiri sangatlah besar.

Puisi


Puisi untuk Bintang


Malam ini mendung
Tetesan air langit baru saja berlalu
Sepi…
Hening
Anginpun enggan menyentuh tanah
Pohon-pohon membisu
Jangkrik tak bernyanyi
Kodok tertidur lelap
Dan nyamuk-nyamuk bersorak sorai
Menanti kelahiran
Namun,
Ada sesuatu di angkasa yang gelap
Bahkan mendung enggan pergi darinya
Satu bintang menampakkan pesonanya
Membuat mata ini tak mau berkedip
Indahnya…
Dia begitu tegar
Kuat tak terkalahkan oleh pekatnya mendung
Seakan menyelipkan ketenangan di hatiku
Mengajakku tersenyum menghadapi dunia
Bintangku..
Lihatlah bintang itu
Dia akan tersenyum untukmu
Dan kaupun akan melihat senyumku di sana

Semarang, agustus  2008


Cerpen

           Cinta Rasa Strowberry
 
               Hai? Kenalin namaku Asri Anisa Qisthi, emm… pasti kalian menebak kalau aku ada something dengan buah merah yang imut itu. Yaa aku suka sekali es krim rasa stroberry! Cerita ini berdasar pada pengalaman pribadi dengan dibumbui penyedap rasa kisah cinta para sahabat  dan teman-temanku. Aku ingin semua pengalaman itu tidak menjadi rongsokan di dalam otakku, sehingga aku mengabadikannya dalam tulisan carut-marut ini. Sebelumnya aku meminta maaf terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait yang mungkin terdapat kesamaan judul, karena tentu saja aku tidak mampu untuk mengecek satu persatu judul-judul cerpen di Indonesia, heee. Ide ini muncul begitu aja setelah sahur pada tanggal 26 Agustus 2010. Cerpen Cinta Rasa Stroberry ini spesial untuk  semua sahabat-sahabat aku, teman-teman, dan someone yang tidak perlu aku sebut namanya, thankz coz selama aku kuliah kalian selalu support aku buat ikut lomba-lomba sastra di kampus (belum pernah menang sich hahaha) tapi bagiku semua itu sangat berarti. Kemudian spesial juga buat Pak Arief yang cakep dan imut (hehehehe piizz pak…) Dosen Bahasa Indonesia ketika semester tiga, juga ga’ lupa sama Setia Naka Adrian, yang namanya terkenal seantero kampus kesayanganku  juga kampus-kampus lain sebagai seorang sastrawan hebat menurutku. Thankz uda mau menghibur diriku sewaktu aku benar-benar  down. Alhamdulillah…. Puncaknya ucapan terima kasihku yang begitu banyak kepada the ones God, Allah. Waaah … panjang banget pembukaannya… heee^ selamat  menikmati semoga bisa membuat tersenyum karena senyum itu ibadah ^_^.
            Cerita ini bermula ketika Okta mulai menjadi mahasiswa baru, semua ga ada yang berubah mulai dari penampilannya yang katrok sampai masalah cowok dia ga pernah peduli. Sampai ketika masa OSPEK, hemh… tidak seperti biasanya, mungkin cowok- cowok itu lagi sakit mata karena terus nggodain minta nomer hape dan tidak seperti biasanya pula Okta yang tadinya cuek kali ini dia merasa melayang ke atas pohon (eh salah.. ke langit hee) dengan gombalan para cowok itu. Sesampainya di kos, uuuhhgg  hape bunyi terus siang malem entah sms atau telpon. Sampai suatu hari ketika Okta selesai menjemur pakaian… hapenya menyanyikan lagu what I’ve done tanda ada panggilan masuk. “halo, Assalamu’alaikum” kata cowok di seberang, “wa’alaikum salam” jawab Okta. Percakapan yang dimulai dengan perkenalan  berlanjut sampai cowok yang mengaku bernama Ramdan itu menyatakan cintanya kepada Okta dan mengajaknya bertemu malam itu juga. Perasaan bingung, takut, deg-degan bercampur aduk kayak es buah yang beraneka macam. “duuuh…. Gimana ini ya?? Dateng? Engga? Dateng  engga ya??” kata Okta sembari menghitung jari tangannya yang tentu aja masih berjumlah sepuluh, hahahahahahaha. Finally, Okta memutuskan untuk menemui Ramdan.
            Tepat pukul 19.00 Ramdan menjemput Okta, pandangan pertama.. Okta begitu terkesima melihat cowok di depannya itu. “Cool banget….”katanya dalam hati. Ramdan memakai kaos warna putih dan jaket jins warna item begitu kompak dengan motor satria miliknya itu. Apa yang akan terjadi? Kalian bisa meramal kan? Benar saja Okta jatuh cinta yang pertama kalinya dalam hidup dan pilihan itu jatuh pada Ramdan. Mereka langsung jadian malem itu juga. Seperti halnya kalian, kisah cinta ga ada yang mulus gitu aja, banyak sekali problem yang  sebenarnya sepele tapi menjadi besar. Sebagai orang yang pacaran pertama kali, mereka sangat norak, kemana-mana berdua mulu seakan dunia milik nenek moyang mereka. Layaknya pengantin baru mereka begitu romantis sampai saat UAS tiba, Ramdan sama sekali ga pernah telpon bahkan smsnya hanya “met bobok” tiap malam. Ramdan hanya ingin Okta bisa konsentrasi sama belajarnya sehingga nilai akhir nanti bisa memuaskan. Tetapi,  maksud  Ramdan tadi ga disambut baik oleh Okta, dia merasa selama ini telah tertipu dengan sifat kekasihnya yang selalu care. Puluhan sms dikirim Okta untuk Ramdan dengan isi sms ngomel-ngomel ga jelas. Ketika itu Ramdan hanya diam dan tidak menanggapi sms dari ceweknya, dia ga ingin masalah sepele tadi jadi melar. Lagi-lagi miss komunikasi, Okta seakan-akan mau meledak kepalanya menghadapi tingkah Ramdan.
            Dua minggu berlalu UAS telah berakhir, begitu pula dengan hubungan mereka ga jelas akhirnya. Hari selasa tepat setelah Ramdan selesai ujian dia langsung menemui Okta. Ramdan menjelaskan panjaaaang kali lebaarr kali tinggiii (volume donk hehhehe.. ) sampai akhirnya pun Okta mengerti dan memaafkan Ramdan,  “nah…, sebagai hukumannya kamu harus beliin aku stroberry sama es krim rasa stroberry juga” kata Okta yang selama ini sangat membenci buah mungil itu karena rasanya. Otomatis Ramdan langung mengajak kekasihnya mencari buah stroberry di daerah Bandungan, Semarang. Benar saja niat Okta untuk ngerjain cowoknya itu berubah menjadi dirinya yang dikerjain Ramdan, hahhahaha (makanya jangan suka ngerjain orang). Mau ngga mau Okta harus menghabiskan Stroberry satu keranjang, hahahahahahaa muntah-muntah dech.. eh eh kok ga muntah ya? Okta justru suka dan untuk pertama kalinya dia makan buah stroberry. Menikmati buah mungil itu di daerah pegunungan duduk beralas rumput bertetangga kuda serta memandang pemandangan yang begitu indah membuat mereka betah berjam-jam di sana.
            Hubungan mereka akhirnya terselamatkan. Mereka pulang dengan perasaan bahagia. Namun, seperti kataku di awal, “ga ada jalan cerita cinta tanpa masalah”. Kali ini berbeda, masalah timbul dari ketiga sahabatnya. Emprit, U’un dan Lala ga pernah peduli lagi sama Okta, mereka yang tadinya suka nongkrong bareng sekarang jauh dari Okta. Paling ngga, itu yang dirasakan Okta sekarang. Otomatis Okta bingung dengan tingkah ketiga sahabatnya.
            “Cin…., kalian kenapa sich sama aku?? kok kaya gini?? aq punya salah ya?? ma’afin aku donk…” kata Okta ketika ia bertemu ketiga sahabatnya di kampus. Layaknya orang  yang sedang ngambek…, Emprit, U’un dan Lala ga menjawab. Apa yang dipikirkan Okta semakin semrawut ga karuan. Merasa ga diperhatiin, Okta pun berlalu meninggalkan sahabat-sahabatnya. Malam harinya…. Okta update status facebook yang isinya seperti ini:
                        Sahabat itu saling mengerti
                        Sahabat itu selalu memaafkan
                        dan…. sahabat itu tidak pernah saling menyakiti…
kalimat demi kalimat itu menggambarkan bagaimana Okta begitu kecewa dengan ketiga sahabatnya.
            Akhirnya, si Emprit memberi komentar “ciiin… kamu marah ya sama kita?”. “Kok kamu yang marah? kan justru kamu yang nyuekin kita bertiga? kamu selalu sibuk sendiri sama cowok kamu, aku kangen saat-saat kita berempat nongkrong bareng di tempat biasa” lanjut  sahabat Okta yang paling kecil sendiri tubuhnya itu (hehehee piiis ciin??). Okta kemudian sadar apa sebenarnya yang membuat sahabatnya ngambek. “OOooo jadi itu to masalahnya???” kata Okta dengan logat bahasa jawanya yang medok. “Engga kok ciiiin,,,, aku justru nunggu sms dari kalian,, kalau kalian ngajak keluar ya ayok ayok aj…,, tapi karena selama ini kalian ga pernah sms yaa aku pikir kalian ga peduli lagi sama aku” kata Okta menambahi. “Kalau seperti itu masalahnya, berarti kamu sama aku selama ini salah paham donk? ya uda dech…. sekarang kita baikan lagi ya ciiin…?” kata Emprit. Okta pun menjawab dengan penuh semangat “Oke ciiin!”.           
            Hal-hal seperti inilah yang harus kita ambil pelajarannya. Sehingga layaknya seorang peneliti kita bisa menyimpulkan bahwa
1.      kita harus sadar dan mengerti kalau di Bumi ini ada berbagai macam watak, karakter dan sifat manusia
2.      kita tidak boleh egois memandang keburukan dengan satu sisi diri kita sebagai acuannya
3.      ssperti apa yang telah dikatakan teman sekamarku, kita mencintai seseorang satu paket dengan segala sifat baik dan buruknya,  jangan kita bandingkan kekasih kita dengan orang lain
4.      selesaikan segala permasalahan dengan sebaik-baiknya meskipun masalah itu sangat sepele sekalipun
5.      jangan pernah kita tinggalkan sahabat kita, karena merekalah yang setia di saat kita sendiri
6.      selalu ungkapkan apa yang kita rasakan kepada teman, pacar, atau sahabat jika kita merasakan ada something tak menyenangkan, karena ingatlah mereka bukan ahli nujum yang bisa mengetahui uneg-uneg kita yang berada di dalam hati.
Naaaah… itu curahan hati sekaligus cerita amburadul,, semoga bisa mengisi waktu senggangmu yang sia-sia…….. hehehehe^  ikuti kisah selanjutnya yaa frend….