Cinta Rasa Strowberry
Hai? Kenalin namaku Asri Anisa Qisthi, emm… pasti kalian menebak kalau aku ada something dengan buah merah yang imut itu. Yaa aku suka sekali es krim rasa stroberry! Cerita ini berdasar pada pengalaman pribadi dengan dibumbui penyedap rasa kisah cinta para sahabat dan teman-temanku. Aku ingin semua pengalaman itu tidak menjadi rongsokan di dalam otakku, sehingga aku mengabadikannya dalam tulisan carut-marut ini. Sebelumnya aku meminta maaf terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait yang mungkin terdapat kesamaan judul, karena tentu saja aku tidak mampu untuk mengecek satu persatu judul-judul cerpen di Indonesia, heee. Ide ini muncul begitu aja setelah sahur pada tanggal 26 Agustus 2010. Cerpen Cinta Rasa Stroberry ini spesial untuk semua sahabat-sahabat aku, teman-teman, dan someone yang tidak perlu aku sebut namanya, thankz coz selama aku kuliah kalian selalu support aku buat ikut lomba-lomba sastra di kampus (belum pernah menang sich hahaha) tapi bagiku semua itu sangat berarti. Kemudian spesial juga buat Pak Arief yang cakep dan imut (hehehehe piizz pak…) Dosen Bahasa Indonesia ketika semester tiga, juga ga’ lupa sama Setia Naka Adrian, yang namanya terkenal seantero kampus kesayanganku juga kampus-kampus lain sebagai seorang sastrawan hebat menurutku. Thankz uda mau menghibur diriku sewaktu aku benar-benar down. Alhamdulillah…. Puncaknya ucapan terima kasihku yang begitu banyak kepada the ones God, Allah. Waaah … panjang banget pembukaannya… heee^ selamat menikmati semoga bisa membuat tersenyum karena senyum itu ibadah ^_^.
Cerita ini bermula ketika Okta mulai menjadi mahasiswa baru, semua ga ada yang berubah mulai dari penampilannya yang katrok sampai masalah cowok dia ga pernah peduli. Sampai ketika masa OSPEK, hemh… tidak seperti biasanya, mungkin cowok- cowok itu lagi sakit mata karena terus nggodain minta nomer hape dan tidak seperti biasanya pula Okta yang tadinya cuek kali ini dia merasa melayang ke atas pohon (eh salah.. ke langit hee) dengan gombalan para cowok itu. Sesampainya di kos, uuuhhgg hape bunyi terus siang malem entah sms atau telpon. Sampai suatu hari ketika Okta selesai menjemur pakaian… hapenya menyanyikan lagu what I’ve done tanda ada panggilan masuk. “halo, Assalamu’alaikum” kata cowok di seberang, “wa’alaikum salam” jawab Okta. Percakapan yang dimulai dengan perkenalan berlanjut sampai cowok yang mengaku bernama Ramdan itu menyatakan cintanya kepada Okta dan mengajaknya bertemu malam itu juga. Perasaan bingung, takut, deg-degan bercampur aduk kayak es buah yang beraneka macam. “duuuh…. Gimana ini ya?? Dateng? Engga? Dateng engga ya??” kata Okta sembari menghitung jari tangannya yang tentu aja masih berjumlah sepuluh, hahahahahahaha. Finally, Okta memutuskan untuk menemui Ramdan.
Tepat pukul 19.00 Ramdan menjemput Okta, pandangan pertama.. Okta begitu terkesima melihat cowok di depannya itu. “Cool banget….”katanya dalam hati. Ramdan memakai kaos warna putih dan jaket jins warna item begitu kompak dengan motor satria miliknya itu. Apa yang akan terjadi? Kalian bisa meramal kan? Benar saja Okta jatuh cinta yang pertama kalinya dalam hidup dan pilihan itu jatuh pada Ramdan. Mereka langsung jadian malem itu juga. Seperti halnya kalian, kisah cinta ga ada yang mulus gitu aja, banyak sekali problem yang sebenarnya sepele tapi menjadi besar. Sebagai orang yang pacaran pertama kali, mereka sangat norak, kemana-mana berdua mulu seakan dunia milik nenek moyang mereka. Layaknya pengantin baru mereka begitu romantis sampai saat UAS tiba, Ramdan sama sekali ga pernah telpon bahkan smsnya hanya “met bobok” tiap malam. Ramdan hanya ingin Okta bisa konsentrasi sama belajarnya sehingga nilai akhir nanti bisa memuaskan. Tetapi, maksud Ramdan tadi ga disambut baik oleh Okta, dia merasa selama ini telah tertipu dengan sifat kekasihnya yang selalu care. Puluhan sms dikirim Okta untuk Ramdan dengan isi sms ngomel-ngomel ga jelas. Ketika itu Ramdan hanya diam dan tidak menanggapi sms dari ceweknya, dia ga ingin masalah sepele tadi jadi melar. Lagi-lagi miss komunikasi, Okta seakan-akan mau meledak kepalanya menghadapi tingkah Ramdan.
Dua minggu berlalu UAS telah berakhir, begitu pula dengan hubungan mereka ga jelas akhirnya. Hari selasa tepat setelah Ramdan selesai ujian dia langsung menemui Okta. Ramdan menjelaskan panjaaaang kali lebaarr kali tinggiii (volume donk hehhehe.. ) sampai akhirnya pun Okta mengerti dan memaafkan Ramdan, “nah…, sebagai hukumannya kamu harus beliin aku stroberry sama es krim rasa stroberry juga” kata Okta yang selama ini sangat membenci buah mungil itu karena rasanya. Otomatis Ramdan langung mengajak kekasihnya mencari buah stroberry di daerah Bandungan, Semarang. Benar saja niat Okta untuk ngerjain cowoknya itu berubah menjadi dirinya yang dikerjain Ramdan, hahhahaha (makanya jangan suka ngerjain orang). Mau ngga mau Okta harus menghabiskan Stroberry satu keranjang, hahahahahahaa muntah-muntah dech.. eh eh kok ga muntah ya? Okta justru suka dan untuk pertama kalinya dia makan buah stroberry. Menikmati buah mungil itu di daerah pegunungan duduk beralas rumput bertetangga kuda serta memandang pemandangan yang begitu indah membuat mereka betah berjam-jam di sana.
Hubungan mereka akhirnya terselamatkan. Mereka pulang dengan perasaan bahagia. Namun, seperti kataku di awal, “ga ada jalan cerita cinta tanpa masalah”. Kali ini berbeda, masalah timbul dari ketiga sahabatnya. Emprit, U’un dan Lala ga pernah peduli lagi sama Okta, mereka yang tadinya suka nongkrong bareng sekarang jauh dari Okta. Paling ngga, itu yang dirasakan Okta sekarang. Otomatis Okta bingung dengan tingkah ketiga sahabatnya.
“Cin…., kalian kenapa sich sama aku?? kok kaya gini?? aq punya salah ya?? ma’afin aku donk…” kata Okta ketika ia bertemu ketiga sahabatnya di kampus. Layaknya orang yang sedang ngambek…, Emprit, U’un dan Lala ga menjawab. Apa yang dipikirkan Okta semakin semrawut ga karuan. Merasa ga diperhatiin, Okta pun berlalu meninggalkan sahabat-sahabatnya. Malam harinya…. Okta update status facebook yang isinya seperti ini:
Sahabat itu saling mengerti
Sahabat itu selalu memaafkan
dan…. sahabat itu tidak pernah saling menyakiti…
kalimat demi kalimat itu menggambarkan bagaimana Okta begitu kecewa dengan ketiga sahabatnya.
Akhirnya, si Emprit memberi komentar “ciiin… kamu marah ya sama kita?”. “Kok kamu yang marah? kan justru kamu yang nyuekin kita bertiga? kamu selalu sibuk sendiri sama cowok kamu, aku kangen saat-saat kita berempat nongkrong bareng di tempat biasa” lanjut sahabat Okta yang paling kecil sendiri tubuhnya itu (hehehee piiis ciin??). Okta kemudian sadar apa sebenarnya yang membuat sahabatnya ngambek. “OOooo jadi itu to masalahnya???” kata Okta dengan logat bahasa jawanya yang medok. “Engga kok ciiiin,,,, aku justru nunggu sms dari kalian,, kalau kalian ngajak keluar ya ayok ayok aj…,, tapi karena selama ini kalian ga pernah sms yaa aku pikir kalian ga peduli lagi sama aku” kata Okta menambahi. “Kalau seperti itu masalahnya, berarti kamu sama aku selama ini salah paham donk? ya uda dech…. sekarang kita baikan lagi ya ciiin…?” kata Emprit. Okta pun menjawab dengan penuh semangat “Oke ciiin!”.
Hal-hal seperti inilah yang harus kita ambil pelajarannya. Sehingga layaknya seorang peneliti kita bisa menyimpulkan bahwa
1. kita harus sadar dan mengerti kalau di Bumi ini ada berbagai macam watak, karakter dan sifat manusia
2. kita tidak boleh egois memandang keburukan dengan satu sisi diri kita sebagai acuannya
3. ssperti apa yang telah dikatakan teman sekamarku, kita mencintai seseorang satu paket dengan segala sifat baik dan buruknya, jangan kita bandingkan kekasih kita dengan orang lain
4. selesaikan segala permasalahan dengan sebaik-baiknya meskipun masalah itu sangat sepele sekalipun
5. jangan pernah kita tinggalkan sahabat kita, karena merekalah yang setia di saat kita sendiri
6. selalu ungkapkan apa yang kita rasakan kepada teman, pacar, atau sahabat jika kita merasakan ada something tak menyenangkan, karena ingatlah mereka bukan ahli nujum yang bisa mengetahui uneg-uneg kita yang berada di dalam hati.
Naaaah… itu curahan hati sekaligus cerita amburadul,, semoga bisa mengisi waktu senggangmu yang sia-sia…….. hehehehe^ ikuti kisah selanjutnya yaa frend….