Dendam Mati Sang Sahabat
| Judul Buku : 12.00a.m Penulis : Veven SP. Wardhana Tebal Buku : Xiii+176 Penerbit : Gagas Media Tahun Buku : 2005 |
Entah sejak kapan Clara dan Inez tak sadar Boy mulai menyentuh tubuh mereka. Tidak hanya /.abat itu. Ketika jam sekolah Inez sengaja tidak masuk kelas, dia mengirim SMS pada Clara untuk ketemuan di suatu tempat. Tak lain dan tak bukan tempat itu adalah rumah Clara sendiri. Inez sengaja memamerkan adegan ranjangnya bersama Boy kepada Clara. Pertengkaran berujung kematian Clara tidak dapat dihindari. Clara yang sedang hamil anak Boy tewas ditangan sahabatnya sendiri,Inez. Clara ditimbun dengan tanah dekat pohon pisang. Tak ada kain kafan, hanya plastik yang membungkus tubuh Clara.
Sekarang, Inez telah mempunyai kekasih, namanya Alvin. Kekasihnya satu kampus, satu fakultas, satu jurusan dan satu kelas dengan Inez. Clara muncul kembali. Clara menjadi gadis cantik saat menggoda Alvin dan berubah jadi perempuan berwajah seram pada Inez.
Hal yang menarik dalam novel ini adalah penulis menghadirkan dua karakter yang berbeda pada tokoh-tokohnya, yaitu Inez yang percaya adanya setan, hantu, dedemit dan sosok Alvin yang sama sekali tidak percaya dengan hal seperti itu. Penulis memaparkan gambaran umumnya pada kehidupan nyata bahwa seseorang yang tidak mempercayai setan, maka setan itu tidak akan menampakkan diri padanya. Hal menarik lain dalam novel karya Veven ialah kalimat yang diselipkan dalam percakapan tokohnya Clara bahwa “setan, jin, arwah gentayangan, dan sebagainya hanya berkembang dalam imajinasi kita, mereka mampu menakuti tapi nggak menyakiti perasaan kita…”
Alur dalam novel ini merupakan alur campuran. Setiap bab dibuat cerita dari pengakuan masing-masing tokoh. Penulis juga mampu menyajikan cerita seram dengan bahasa yang renyah dan mudah dipahami. Kemampuan penulis dalam mendiskripsikan sosok menyeramkan juga tergolong apik sehingga meskipun hanya membaca orang lain dapat merasakan sensasi seramnya.
Kekurangan novel ini ialah tidak disebutkan setting tempatnya, hanya diceritakan keadaan lokasinya tanpa ada nama kota. Penulis memberikan sad ending dengan kematian Inez dalam novelnya. Namun terlepas dari kekurangan tadi, novel ini layak dibaca untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya agar menyadari jika peluang hancurnya jalinan persahabatan akibat adanya rasa iri dan ingin menang sendiri sangatlah besar.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar