Puisi untuk Bintang
Malam ini mendung
Tetesan air langit baru saja berlalu
Sepi…
Hening
Anginpun enggan menyentuh tanah
Pohon-pohon membisu
Jangkrik tak bernyanyi
Kodok tertidur lelap
Dan nyamuk-nyamuk bersorak sorai
Menanti kelahiran
Namun,
Ada sesuatu di angkasa yang gelap
Bahkan mendung enggan pergi darinya
Satu bintang menampakkan pesonanya
Membuat mata ini tak mau berkedip
Indahnya…
Dia begitu tegar
Kuat tak terkalahkan oleh pekatnya mendung
Seakan menyelipkan ketenangan di hatiku
Mengajakku tersenyum menghadapi dunia
Bintangku..
Lihatlah bintang itu
Dia akan tersenyum untukmu
Dan kaupun akan melihat senyumku di sana
Semarang, agustus 2008

hemmh, puisinya berdasarkan kisah nyata ne, hehehehehe
BalasHapusemmmm... tambahin ilmu pengetahuannya juga dunk.... yar jadi pinter juga, hahahaha